Trust, Service & Development | Banking Smart System®

Perhitungan Kredit Lancar

Kredit Lancar dalam perhitungan kolektibilitas dapat diberikan sebagai berikut :

Sesuai dengan perjanjian kredit seperti misalnya :
  • Untuk kredit bulanan
    • TP (periode tunggakan pokok) <= 3 bln
    • TB (periode tunggakan bunga) <= 3 bln
    • Namun belum jatuh tempo.
  • Kredit Tanpa Angsuran Pokok (atau dilunas pada saat jatuh tempo)
    • TB (periode tunggakan bunga) <= 3 bln.
    • Namun belum jatuh tempo.

Dan kredit Lancar biasanya diawali dengan analisa 5 faktor untuk calon nasabah kredit yang disebut dengan 5C yaitu :
  1. Character. yaitu berupa kepribadian si peminjam.
  2. Capacity.
  3. Capital, termasuk usaha atau penjabaran atas cashflow keuangan nasabah.
  4. Colateral, berupa agunan yang akan digunakan sebagai jaminan kredit.
  5. Compatibility.
Namun komitmen atas kemauan dan kemampuan bayar juga biasanya harus ada.
Dianalisa, dimonitoring dan dibina sehingga pengunaan kreditnya menjadi lancar.
Dalam perhitungannya, kredit lancar dikalkulasi secara otomatis sesuai dengan scheme kredit yang tertuang dalam sebuah perjanjian (akad kredit), baik itu :
  • Kredit harian, 
  • Bulanan, 
  • Anuitas
  • Panenan; maupun 
  • Kredit modal kerja.
Dan pentingnya penjabaran ini bagi bank juga karena perhitungan dalam kredit lancar juga akan berpengaruh terhadap PPAP maupun pendapatan bunga terutama dalam penggunaan sistem Accrual Basic; 
Dimana jumlah tunggakan bunga yang ada, akan diperhitungkan dalam pos aktiva (pada penerimaan pendapatan bunga) dengan pendapatan bunga kredit untuk setiap bulannya.
Untuk perhitungan kredit lancar yang akan berpengaruh terhadap perhitungan kolektibilitas dan penurunan NPL akan dijabarkan sebagai berikut :
  • Tunggakan pokok dan tunggakan bunga diperhitungkan secara harian sehingga memudahkan bagi bank untuk memantau perkembangan dari kualitas kreditnya.
    • Misalnya tunggakan bunga 3 koma sudah digolongkan sebagai kredit non lancar.
    • Dapat dipantau setiap saat.
  • Daftar WL (Watched List) dapat lebih dipantau oleh masing-masing AO (Account Officer atau marketing pembina kredit).
  • Simulasi overdraft atau cerukan untuk penggunaan kredit rekening koran.
  • Menampilkan jatuh tempo perjanjian kredit dapat dilakukan setiap saat.
  • Overview marketing kredit dalam penjabaran aktifitasnya juga dapat dikontrol dengan sangat mudah.
Dengan ini, kami berharap seluruhnya dapat dimonitoring dengan mudah sehingga dapat mempermudah segala aktifitas untuk penanganan kredit agar dapat dibina supaya menjadi lancar.

***